Malu merupakan sifat yang bisa dialami siapa saja termasuk balita anda. 
Tetapi bukan berarti harus dibiarkan saja, harus dihilangkan sedikit demi sedikit. 















Balita yang pemalu bisa disebabkan beberapa hal, antara lain :
  • Jarang bertemu orang baru, yang biasa dihadapi ayah bundanya, kakak atau adiknya, pengasuhnya atau orang-orang terdekatnya.
  • Sulit menghadapi situasi / perubahan yang baru.
  • Sering ditakut-takuti atau diancam baik oleh orang tuanya, orang terdekatnya atau teman bermainnya.
  • Perlindungan dari orang tua / orang terdekatnya terlalu berlebihan
  • Meniru sifat / sikap pemalu dari orang tua / orang terdekatnya


Jika balita bunda mungkin termasuk balita yang pemalu, bunda bisa mencoba tips di bawah ini agar balita bunda tidak menjadi balita yang pemalu lagi :

Mungkin bersalaman bagi sebagian besar balita bukan hal yang sulit untuk dilakukan, tetapi ada sebagian balita yang tidak mau melakukannya. Cobalah jika ada yang bertamu ke rumah entah itu saudara, teman atau tetangga minta anak untuk bersalaman dengan tamu. Begitu juga sebaliknya jika bertamu ajarkan anak untuk bersalaman dengan si empunya rumah. Kalaupun tidak mau bersalaman jangan memaksa si anak.

Balita yang pemalu akan sulit bergabung untuk bermain dengan teman-temannya. Antar balita bunda untuk bermain dengan teman-temannya. Kalau perlu ditunggu waktu dia bermain, tetapi jangan ikut campur dengan permainan mereka. Salah-salah ketika balita bunda sudah mau bermain sendiri tanpa didampingi bundanya, teman-temannya akan mempunyai kesempatan untuk memusuhinya.

Sering ajak balita bunda ke tempat-tempat keramaian yang banyak bertemu dengan orang. Ke toko, supermarket, pasar, warung atau ajak ke tetangga. 

Jangan memberi label yang negatif terhadap anak. Anak yang pemalu, jika dikatakan pemalu, anak tidak akan terima. Terlebih lagi jika mengatakan dia pemalu di hadapan orang banyak dan akhirnya malah semakin bertambah pemalunya atau bahkan akan marah-marah tidak mau lagi diajak bertemu dengan orang banyak.

Tidak perlu memaksa anak dengan membujuknya secara berlebihan apalagi dengan nada ancaman agar anak mau segera berinteraksi dengan lingkungannya. Biarkan anak menjadi pemerhati kalau memang tidak mau segera bergabung dengan lingkungannya. Cepat atau lambat dengan mengamati lingkungan barunya anak akan memutuskan untuk bergabung dengan lingkungannya tersebut.

Adanya usaha anak untuk memulai membuang sifat pemalunya, berilah pujian padanya. Misalnya anak sudah mau tersenyum sama temannya, sudah mau menyapa temannya atau sudah mau menghampiri teman-temannya yang lagi bermain-main.  Memberi pujian pada anak di depan orang lain akan membuatnya senang, misalnya "pintarnya anak bunda" . Selain itu berilah semangat  terus buah hati bunda agar semakin percaya diri.

Jangan pernah memaksa balita bunda agar cepat-cepat meninggalkan sifat pemalunya yaitu dengan ancaman-ancaman atau perintah-perintah agar segera menghentikan pemalunya tersebut. Mungkin membutuhkan waktu yang agak lama agar sifat pemalunya hilang. Membutuhkan kesabaran dan trik-trik tertentu. Pelukan kasih sayang yang membuat anak tenteram dan komunikasi yang baik akan membuat anak mau belajar menghilangkan pemalunya.

Semoga bermanfaat

dari berbagai sumber









.



0 komentar:

Posting Komentar

 
Top