Hubungan antara mertua dan menantu, sering digambarkan tidak rukun.
Apalagi ibu mertua dengan menantu perempuan. Bahkan ada tanaman yang dinamakan lidah mertua yang bentuknya tajam-tajam, yang menggambarkan  sifat dari  ibu mertua.
Padahal dalam kenyataannya banyak juga antara menantu perempuan dan ibu mertua yang rukun-rukun saja.

Sebenarnya apa saja yang membuat hubungan antara ibu mertua dengan menantu perempuan seperti kucing dengan tikus.

Hubungan yang tidak harmonis antara  ibu mertua dengan menantu perempuan, bisa saja terjadi karena dipicu oleh salah satu dari mereka. Bisa dari ibu mertua, bisa dari menantu perempuan.
Perbedaan cara pandang, perbedaan latar belakang ekonomi, perbedaan pendidikan, perbedaan status sosial di antara  ibu mertua dengan menantu perempuan bisa memicu kekurangharmonisan.

Ada beberapa kasus  yang biasanya datang dari ibu mertua yang merasa anak laki-lakinya telah diambil / dirampas oleh perempuan lain yaitu menantunya. Bertahun-tahun dibesarkan, dididik dan akhirnya anak laki-lakinya dirampas orang lain. Apalagi jika ibu mertua sudah ditinggal oleh suaminya, otomatis berharap banyak atas perhatian dari anak laki-lakinya. 

Tak jarang  ibu mertua selalu ikut campur di dalam rumah tangga anak laki-laki tersebut. Selalu menceritakan kegemaran anak laki-lakinya, masakan kegemaran anak laki-lakinya, kebiasaan anak laki-lakinya dan parahnya lagi ibu mertua mendikte menantu perempuannya untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan ketika anak laki-lakinya belum menikah.

Sering ibu mertua karena merasa dirinya lebih senior dan lebih berpengalaman ingin mencampuri / mengatur urusan rumah tangga, mengkritik yang dilakukan menantunya. Dari hal-hal kecil sampai hal-hal yang besar dikomentari, diatur oleh ibu mertuanya. Kalaupun ada yang benar karena itupun atas aturan-aturan yang diberikan ibu mertuanya. Sedihnya lagi ada juga ibu mertua yang menjatuhkan nama menantu  dengan menceritakan kekurangan menantu perempuannya.

Kondisi seperti ini bisa membuat tidak nyaman bagi menantu perempuan, terlebih lagi  jika suami tidak mau mengerti dan selalu membanding-bandingkan dengan hal yang selama ini telah dilakukan oleh ibunya itu lebih baik, misalnya dari masakan, urusan rumah dan lain sebagainya. 

Hubungan antara menantu perempuan dengan ibu mertua yang seperti ini akan senakin parah jika mereka tinggal dalam satu atap / satu rumah di rumah ibu mertua. Ibu mertua akan merasa lebih berkuasa dan seperti tak rela jika menatu perempuannya mengambil alih kekuasaannya.

Sebenarnya jika hubungan antara menantu perempuan dan ibu mertua tidak harmonis dapat diatasi dengan komunikasi yang baik. Celakanya banyak menantu perempuan yang tidak berdaya, tidak berani mengungkapkan apa yang dirasakan ke ibu mertuanya. Terlebih-lebih jika ibu mertua pengetahuan, wawasan kurang, pendidikan rendah cenderung suka mendramatisir keadaan, sulit diajak berkomunikasi berbeda dengan ibu mertua yang punya wawasan lebih, berpendidikan bahkan merupakan ibu kantoran / masih aktif di hari tuanya cenderung bisa diajak komunikasi.
Curhat ke suamipun, kadang ada suami yang malas menananggapi keluhan istrinya. Alih-alih malah dikira yang bikin gara-gara atau suami merasa ibunya tidak boleh disakiti meskipun kenyataannya di belakangnya ibunya telah membuat istrinya tertekan.

Trus gimana dong, kalau mengalami hal seperti ini ? 

Cobalah curhat dengan saudara atau teman yang bisa dipercaya yang bisa memberikan solusi dan bisa mengurangi beban.
Pelan-pelan sampaikan keluhan ke suami, lama-lama akan mengerti.
Jika masih tinggal satu rumah, cobalah untuk mandiri, hidup terpisah jika kondisi memungkinkan, misalnya ibu mertua tidak hidup sendirian.
Instropeksi diri, tidak semua kesalahan ada di pundak ibu mertua
Bersabar dan berusahalah selalu bersikap baik pada ibu mertua, semakin lama akan mengerti kalau menantu perempuannya tidaklah seburuk yang dibayangkan.
Berterimakasihlah pada ibu mertua, bagaimanapun ibu mertua adalah ibu kandung dari  laki-laki yang sekarang menjadi suami bunda
Ambil pelajaran berharga, setidaknya jika bunda merasa tidak nyaman  hubungannya dengan ibu mertua, maka bunda akan mengerti hal-hal apa saja yang membuat bunda tidak nyaman dan setidaknya bunda tidak akan memperlakukan hal yang sama kelak kepada menantunya.
Berdoalah, Allah pasti akan mengabulkan setiap permintaan hambanya yang baik-baik.

Aamiin .....

1 komentar:

 
Top